Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Lansia

Authors

  • Aisyah AR STIKES Amanah Makassar
  • Hasrini Hasrini STIKES Amanah Makassar
  • Amirah Maritsa STIKES Amanah Makassar
  • Zahrawi Astrie Ahkam STIKES Amanah Makassar
  • Fidzah Nurfajrina Murad STIKES Amanah Makassar
  • Arfiah Jauharuddin STIKES Amanah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.61132/obat.v1i6.692

Keywords:

Dental and Oral Hygiene, Elderly, Dental Health Problems

Abstract

The lack of oral hygiene become a problem for elderly. The main aims of this research is to analyze the related factors due to oral hygiene consists of age, sex, education degree, occupation, marital status, knowledge, motivation, physical dependence, culture, anxiety, economic of family and elderly. The design of this research were descriptive analytic and cross sectional. UPTD Puskesmas I Penebel was the location where this research was conducted. Purposes sampling technique was used with the total samples where 80 respondents. The results showed the significant correlation between oral hygiene and knowledge (p value 0,013, r = 0,277), motivation (p value 0,005, r = 0,311), physical dependence (p value 0,011, r = 0,285), economic of family and elderly (p value 0,0000, r = 0,400), anxiety (p value 0,0185, r = -0,265). There was no correlation between culture and oral hygiene (p value 0,187, r = -0,149). Based on this research, it is recomended that oral hygiene supposed to be clearly informed to elderly by elderly posyandu (integrated treatment) activities, and regularly oral hygiene checkup which is integrated in puskesmas (civic health Centre).

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allo, C., Lampus, B., & Gunawan, P. (2016). Hubungan perasaan takut anak terhadap perawatan gigi dengan kebersihan gigi dan mulut di RSGM UNSTRAT Manado. Jurnal e-Gigi (e-G), 4(2), 1–10.

Cahyo, D. A., & Hamidah. (2014). Hubungan antara kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan kepuasan hidup pada lanjut usia yang mengalami stroke. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 3(3), 1–10.

Dingwall, L. (2013). Higiene personal ketrampilan klinis perawat. Jakarta: EGC.

Hontong, C., Mintjelungan, N., & Zuliari, K. (2016). Hubungan status gingiva dengan kebiasaan menyirih pada masyarakat di Kecamatan Manganitu. Jurnal e-Gigi (e-G), 4(2), 11–20.

Iptika, A. (2014). Keterkaitan kebiasaan dan kepercayaan mengunyah sirih pinang dengan kesehatan gigi. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 tentang rencana aksi nasional kesehatan lanjut usia tahun 2016-2019. Retrieved from http://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/ (accessed July 29, 2017).

Kodri, & Rahmayati, E. L. (2016). Faktor yang berhubungan dengan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jurnal Keperawatan, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.1234/jkeperawatan.v12i1.5678

Lendrawati. (2012). Motivasi masyarakat dalam memelihara dan mempertahankan gigi. Andalas Dental Journal, 1(1), 91–101. Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Andalas Padang.

Permatasari, R. (2013). Hubungan kecemasan dental dengan perubahan tekanan darah pasien ekstraksi gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Hj. Halimah Dg. Sikati Makasar. Jurnal.

Poernomo, D., & Yosafat, D. (2016). Gambaran oral hygiene lansia di Posyandu Lansia RW 01 Kelurahan Bangsal Kota Kediri. Jurnal STIKES, 9(1), 1–10.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi kesehatan gigi dan mulut. Jakarta: Infodatin.

Rahayu, C., Widiati, S., & Widyanti, N. (2014). Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pra-lansia di Posbindu Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Jurnal Majalah Kedokteran Gigi, 21(1), 27–32.

Ratmini, A. (2011). Hubungan kesehatan mulut dan kualitas hidup lansia. Jurnal Ilmu Gizi, 2(2), 139–147.

Sari, S. D., Arina, D. Y. M., & Ermawati, T. (2015). Hubungan pengetahuan kesehatan gigi mulut dengan status kebersihan rongga mulut pada lansia. Jurnal IKESMA, 11(1), 1–10.

Senjaya, A. (2016). Gigi lansia. Jurnal Skala Husada, 13(1), 72–80.

Sintawati, F. X., & Indirawati, T. (2008). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut masyarakat DKI Jakarta tahun 2007. Jurnal Ekologi Kesehatan, 8(1), 860–873.

Stanley, M., & Beare, P. G. (2006). Buku ajar keperawatan gerontik (2nd ed.). Jakarta: EGC.

Sukini, S., Saptiwi, B., Jati, W., & Nastiti, E. (2015). Motivasi internal dan eksternal pemakaian gigi tiruan pada paguyuban lansia sehat bugar Poltekkes Semarang. Jurnal Kesehatan Gigi, 2(1), 1–10.

Sunaryo, et al. (2016). Asuhan keperawatan gerontik (1st ed.). Yogyakarta: CV Andi.

Tjahja, I., & Ghani, L. (2010). Status kesehatan gigi dan mulut ditinjau dari faktor individu pengunjung DKI Jakarta tahun 2007. Jurnal Buletin Penelitian Kesehatan, 38(2), 52–56.

UPTD Puskesmas I Penebel. (2017). Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut tahun 2016 (data sekunder).

Yuni, E. N. (2015). Buku saku personal hygiene. Yogyakarta: Nuha Medika.

Downloads

Published

2023-11-30

How to Cite

Aisyah AR, Hasrini Hasrini, Amirah Maritsa, Zahrawi Astrie Ahkam, Fidzah Nurfajrina Murad, & Arfiah Jauharuddin. (2023). Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Lansia . OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 1(6), 160–170. https://doi.org/10.61132/obat.v1i6.692

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.