Gambaran Penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 283 Dusun Waitomu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah

Authors

  • Rusdin Wally Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku
  • Sintia Nurdin Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku

DOI:

https://doi.org/10.61132/obat.v3i6.1948

Keywords:

CTPS, Hygiene Education, Knowledge, Practice, School Environment

Abstract

Handwashing with Soap (CTPS) is the activity of cleaning hands using clean, running water and soap to remove dirt, oil, and various germs such as viruses, bacteria, and parasites that may cling to the skin. As one of the most effective, simplest, and most affordable methods of preventing infectious diseases, CTPS is highly important to practice consistently, especially among students at Public Elementary School 283 located in Waitomu Hamlet, Leihitu District, Central Maluku Regency. However, observations indicate that after school activities or playtime, several students still show reluctance to wash their hands, which may be influenced by low awareness, limited understanding of hygiene, insufficient supervision, or the absence of strong daily habits related to cleanliness. This issue reflects the need for more structured hygiene education, continuous reminders, and interactive learning methods to instill good handwashing habits. In addition, improving supporting facilities—such as accessible handwashing stations, adequate soap supply, and visual posters—can motivate students to practice CTPS more regularly. Strengthening CTPS awareness and habits is expected to reduce the risk of disease transmission, foster a healthier school environment, and encourage students to adopt lifelong hygiene practices that benefit both their personal well-being and the wider community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmadi, U. (2014). Kesehatan masyarakat: Teori dan aplikasi. Rajawali Pers.

Amar, R. Y. (2019). Hubungan pengetahuan dengan perilaku kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD Negeri 101893 Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa (Disertasi Doktoral, Universitas Islam Negeri Sumatra Utara).

Aspuah, S. (2013). Kumpulan kuesioner dan instrumen penelitian kesehatan. (Mengutip Supartini, 2004).

Budi. (2012). Hubungan antara hygiene perorangan dengan infestasi cacing usus pada siswa Sekolah Dasar Negeri 119 Manado. http://idimanado.org/wpcontent/uploads/2012/07/hubunganantara-higieneperorangan-dengan-infestasi-cacing.pdf

Depkes RI. (2009). [Data dikutip dalam Amar, 2019].

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. (2020). 10 penyakit terbesar di Provinsi Maluku.

Kemenkes RI. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Kemenkes RI.

Kholid, A. (2014). Promosi kesehatan dengan pendekatan teori perilaku, media, dan aplikasinya. PT RajaGrafindo Persada.

Kustantya, N. (2013). Karakteristik keluarga tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga di Desa Karangasem. Jurnal Gaster, 8(2), 1–9.

Maryunani. (2017). [Dikutip dalam Amar, 2019].

Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nuryanti, E. (2013). Perilaku pemberantasan sarang nyamuk di masyarakat. Jurnal Kemas, 9(1), 15–23.

Risnawaty, G. (2018). Faktor determinan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada masyarakat di Tanah Kalikedinding. Jurnal Promkes, 4(1), 70–81. https://doi.org/10.20473/jpk.V4.I1.2016.70-81

Sunaryo. (2006). Psikologi untuk keperawatan. EGC.

Tarwoto, & Wartonah. (2004). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan. Salemba Medika.

Umar, Z. (2006). Perilaku cuci tangan sebelum makan dan kecacingan pada murid SD di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan. (Data jurnal tidak lengkap)

Wahyuni. (2021). Hubungan pengetahuan dengan perilaku kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada masyarakat Kelurahan Lompo Raja. (Data publikasi tidak lengkap)

Wakhidiyah, & Zainafree, I. (2010). Hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan keikusertaan penyuluhan gizi dengan perilaku diet. Jurnal Kemas, 6(1), 64–70.

WHO. (2020). Cuci tangan pakai sabun. https://scholar.unand.ac.id/71309/2/BAB%20I.pdf

Widagdo, L., Husodo, B. T., & Bhinuri. (2008). Kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti sebagai indikator keberhasilan praktik PSN (3M Plus): Studi di Kelurahan Srondol Wetan Semarang. Makara Kesehatan, 12(1), 13–19.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Rusdin Wally, & Sintia Nurdin. (2025). Gambaran Penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 283 Dusun Waitomu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 3(6), 279–287. https://doi.org/10.61132/obat.v3i6.1948

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.