Hubungan Status Gizi, Asupan Lemak dan Zat Besi terhadap Kejadian Dismenorea pada Mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya

Authors

  • R. Aj. Nabila Nur Syahlah Zhafirah Universitas Negeri Surabaya
  • Choirul Anna Nur Afifah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61132/obat.v3i5.1604

Keywords:

Dysmenorrhea, Fat Intake, Iron Intake, Nutritional Status, Students

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common menstrual disorders, but it often receives little attention. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, fat intake, and iron intake with the incidence of dysmenorrhea in female Nutrition students at Surabaya State University. The method in this study was quantitative with a cross-sectional study design. The sample consisted of 92 female Nutrition students at Surabaya State University using a purposive sampling technique. The instruments used were the NRS questionnaire to measure the level of dysmenorrhea pain and the SQ-FFQ form to measure fat and iron intake. Data analysis used the Spearman Rank correlation test which showed that there was a significant relationship between excess nutritional status of 33.7% with the incidence of dysmenorrhea (p = 0.000, r = 0.832), there was a significant relationship between excess fat intake of 58.7% with the incidence of dysmenorrhea (p = 0.000, r = 0.793), and there was a significant relationship between insufficient iron intake of 94.6% with the incidence of dysmenorrhea (p = 0.000, r = 0.610).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anugroho, D., & Wulandari, A. (2011). Cara jitu mengatasi nyeri haid. CV. Andi Offset.

Ar-Rakhimi, L., Wantania, J. J., & Suparman, E. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada mahasiswa kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Health & Medical Sciences, 2(2), 9–9.

Fahimah, F. M. (2017). Perbedaan konsumsi asam lemak omega-3, aktivitas fisik dan persen lemak tubuh terhadap tingkat dismenore pada remaja (Skripsi, Universitas Diponegoro). Semarang: Universitas Diponegoro.

Hamzah, S. R., & Hamzah, B. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada siswi SMAN 1 Lolak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 804–813.

Ilham, D., & Pratama, M. (2021). Hubungan paparan asap rokok dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Palembang.

Indahwati, A. N., Muftiana, E., & Purwaningroom, D. L. (2017). Hubungan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Ponorogo. Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), 7–13.

Jusni, J., Akhfar, K., Arfiani, A., & Khaera, N. (2022). Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian dismenorea di Kabupaten Bulukumba. Journal of Midwifery and Nursing Studies, 4(1), 39–45.

Kojo, N. H., Kaunang, T. M., & Rattu, A. J. (2021). Hubungan faktor-faktor yang berperan untuk terjadinya dismenore pada remaja putri di era normal baru. e-CliniC, 9(2), 429–436.

Kurniawati, T., Setiyowati, W., & Mahardika, D. (2020). Hubungan pengetahuan dengan penanganan dismenorea pada remaja putri di Kota Semarang. Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health), 11(1), 20–24.

Larasati, T. A., & Alatas, F. (2016). Dismenore primer dan faktor risiko dismenore primer pada remaja. Jurnal Majority, 5(3), 79–84.

Lucky Indar, W. (2023). Hubungan asupan kalsium, zat besi, dan vitamin E dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi strata 1 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2020 (Skripsi). Universitas Lampung.

Nuraini, S., Sa’diah, Y. S., & Fitriany, E. (2021). Hubungan usia menarche, status gizi, stres dan kadar hemoglobin terhadap kejadian dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(3), 443–450.

Nurfadillah, H., Maywati, S., & Aisyah, I. S. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Universitas Siliwangi. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(1).

Nurwana, N., Sabilu, Y., & Fachlevy, A. F. (2017). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMA Negeri 8 Kendari tahun 2016 (Disertasi, Universitas Halu Oleo).

Rahmawati, F. C. (2022). Hubungan asupan zat besi dan usia menarche dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal Penelitian Inovatif, 2(3), 469–476.

Sari, D., Lestari, P., & Handayani, R. (2019). Pengaruh pola makan terhadap asupan lemak berlebih pada mahasiswa. Jurnal Ilmu Gizi, 8(2), 134–142.

Tanic, A. S. (2015). Hubungan antara konsumsi lemak dengan dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran usia 17–22 tahun (Skripsi). Universitas Diponegoro.

Wahyuni, Y., Fasya, D. S., & Novianti, A. (2021). Analisis perbedaan asupan kalsium, magnesium, zink, dan aktivitas fisik berdasarkan kejadian dismenorea pada remaja putri atlet di SMA Negeri Ragunan. Ilmu Gizi Indonesia, 5(1), 71–80.

Downloads

Published

2025-07-16

How to Cite

R. Aj. Nabila Nur Syahlah Zhafirah, & Choirul Anna Nur Afifah. (2025). Hubungan Status Gizi, Asupan Lemak dan Zat Besi terhadap Kejadian Dismenorea pada Mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya . OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 3(5), 108–118. https://doi.org/10.61132/obat.v3i5.1604

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.