Edukasi Pencegahan Cacingan pada Anak di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung

Authors

  • Dewi Kusumaningsih Universitas Malahayati
  • Muhammad Rafli Universitas Malahayati
  • Ilham Agung Sakti Universitas Malahayati
  • Putri Yolanda Utama Universitas Malahayati
  • Ni Luh Sumo Universitas Malahayati
  • Novindri Ryalita Universitas Malahayati
  • Mahda Rizka Faer Rifa’ie Universitas Malahayati
  • Sumarni Sumarni Universitas Malahayati
  • Yanti Fitria Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.61132/natural.v3i1.1037

Keywords:

Prevention, Worms, Children

Abstract

The number of infectious diseases is still very high in Indonesia. The World Health Organization (WHO) estimates that around 2 billion people worldwide suffer from parasitic worms, which are most common in tropical and subtropical areas and areas with poor sanitation. The number of schoolchildren infected with worms in Europe is estimated at more than 4 million, with the highest prevalence in Central and South Asian countries. In general, the prevalence of worms in Indonesia is still high, ranging between 2.5% and 62%. This high prevalence is due to the fact that Indonesia is a country with a tropical and humid climate. The aim of this activity is to increase parents' knowledge regarding preventing worms in children. Socialization methods in the form of lectures and questions and answers are used in this activity using leaflets as media. Activity Results: Respondents were very enthusiastic about the material presented and there were several respondents who asked questions. The conclusion of this educational activity was successfully carried out to increase parents' knowledge and awareness regarding preventing worms in children.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarwati, S., & Setiawan, F. (2020). Pemantauan dan pengendalian kecacingan pada anak sekolah dasar di daerah endemik. Yogyakarta: Penerbit Ilmu Kesehatan.

Anggraini, D. A., Fahmi, N. F., Solihah, R., & Abror, Y. (2020). Identifikasi telur nematoda usus soil transmitted helminths (STH) pada kuku jari tangan pekerja tempat penitipan hewan metode pengapungan (flotasi) menggunakan NaCl. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(2), 121–136.

Astuti, B. S. W., Azmi, F., Adnyana, I. G. A., & Benvenuto, A. F. (2022). Hubungan infeksi kecacingan dengan kejadian anemia pada balita di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB. Universitas Islam Al-Azhar Mataram, 395–412.

Aulia, A. H., Sudaryanto, S., & Arie, Y. (2024). Prevalensi infeksi kecacingan dan stunting pada balita di Kelurahan Sukorejo Gunungpati. Biokatalis: Jurnal Ilmu Biologi Dan Pendidikan Biologi, 1(2), 70–75.

Gigih, G. K. S., Masriah, M. R. A., & Wulandari, D. (2023). Sosialisasi mengenai kepatuhan minum obat cacing bagi anak-anak SD Negeri 4 Jambon Kabupaten Grobogan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Cahaya Negeriku, 3(1), 25–28.

Hidayat, R., & Sari, E. A. (2022). Penyuluhan dan edukasi pencegahan kecacingan pada balita di desa Sumber Rejo, Malang. Malang: Universitas Malang Press.

Indriani, N., & Purnama, I. S. (2021). Kesehatan masyarakat dan prevalensi helminthiasis di wilayah perkotaan Indonesia. Jakarta: Penerbit Medika Press.

Kusuma, E. P., & Lestari, D. (2023). Penggunaan metode diagnostik modern dalam identifikasi parasit cacing pada ternak di Indonesia. Jakarta: Penerbit Penelitian Kesehatan.

Mulyadi, H., & Yuliana, R. (2022). Pengaruh kebiasaan hidup terhadap infeksi kecacingan pada remaja. Surabaya: Penerbit Sains Kesehatan.

Purnama, Y., & Hikmah, E. N. (2024). Penyuluhan bahaya cacingan dan pembagian obat cacing bagi siswa sekolah dasar di SDN 25 Kota Bima. JAMS: Jurnal Abdi Masyarakat Sehat, 1(1), 1–4.

Putri, A. T., & Sari, R. P. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengobatan cacingan di wilayah pedesaan. Bandung: Universitas Padjadjaran Press.

Safitri, A. E., Azahra, S., & Rica, F. N. (2023). Gambaran telur cacing pada kangkung yang dijual di pasar Segiri. Borneo Journal of Science and Mathematics Education, 3(3), 147–156.

Triani, E., Suwitasari, P., Yuliyani, E. A., & Handito, D. (2021). Akurasi diagnostik kecacingan metode direct slide dan Kato Katz pada penderita helminthiasis di Kota Mataram. Prosiding Saintek, 3, 562–569.

Zurimi, S. (2023). Identifikasi telur soil transmitted helminth (STH) pada kotoran kuku petani di Dusun Talaga Kodok Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Global Health Science, 8(1), 13–16.

Downloads

Published

2025-01-20

How to Cite

Dewi Kusumaningsih, Muhammad Rafli, Ilham Agung Sakti, Putri Yolanda Utama, Ni Luh Sumo, Novindri Ryalita, … Yanti Fitria. (2025). Edukasi Pencegahan Cacingan pada Anak di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung. Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat., 3(1), 29–34. https://doi.org/10.61132/natural.v3i1.1037

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.