Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Fraktur (ORIF) Dengan Spinal Anestesi
DOI:
https://doi.org/10.61132/vitamin.v1i2.1046Keywords:
Family support, Anxiety, Spinal AnesthesiaAbstract
Background: Anesthesia is the administration of drugs to temporarily lose consciousness and is usually associated with surgery. Regional anesthesia has various techniques using one of the techniques used, namely spinal anesthesia. Anxiety is a fear or feeling of anxiety that comes from known or unknown sources. The psychological response to anxiety requires mental support from the family to increase enthusiasm for life during the treatment period and care. Family support is a form of expression of sympathy, giving attention, affection obtained by individuals. Objective : To determine the relationship between family support and anxiety level in fracture patients (ORIF) with spinal anesthesia. Methods: The study design is a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The cross sectional approach is a measurement performed on the independent and dependent variables simultaneously and at the same time. Static analyst using Chi- Square. Results: The results obtained were that most of the respondents (61.9%) with low family support experienced severe anxiety. The results of the chi square statistical test (χ2) obtained ρ value (0.032) < α (0.05) thus indicating that Ha is accepted, meaning that there is a relationship between family support and the level of anxiety in fracture patients (ORIF) with spinal anesthesia. Conclusion: There is a significant relationship between family support and the anxiety level of fracture patients with spinal anesthesia who are treated at RSI PKU Muhammadiyah Tegal with a p value of 0.032. Suggestion: For hospitals to do it for every nurse to provide an explanation before treatment is carried out.
Downloads
References
Agus, H. (2013). Perbandingan keefektifan antara teknik anestesia spinal yang menggunakan bupivakain 0,5% hiperbarik 5 dan 7,5 mg ditambah fentanil 25 mcg pada bedah caesar (Thesis).
Alfarisi, A. (2018). Hubungan usia, jenis kelamin, dan lokasi fraktur dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 5(4).
Andarmayo, S. (2012). Keperawatan keluarga. Graha Ilmu.
Annisa, D., &. (2016). Konsep kecemasan (anxiety) pada lanjut usia (lansia). Jurnal Konselor Universitas Padang, 5(2).
Boulton, T. (2012). Anestesiologi. EGC.
Bungawalie, A. (2017). Gambaran tingkat kecemasan pasien pre operasi cito di OK IGD RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makasar. Universitas Hasanudin.
Cing, M. (2022). Dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi. JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(2).
Darmayanti. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan anak pre operasi: Literatur review. Universitas Muhammadiyah.
Effendi, Z. (2018). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien preoperasi fraktur ekstremitas di IRNA bedah RSUP dr. Mohammad Hoesin. Proceeding Seminar Nasional Keperawatan, 4(1).
Fahruddin. (2017). Perbandingan efek antara dexmedetomidin dosis 2,5 mcg/kgBB dan 0.5 mcg intravena terhadap durasi blok anestesi spinal pada bedah ekstremitas bawah. Jurnal Kesehatan Tadulako, 3(2).
Friedman. (2014). Keperawatan keluarga. EGC.
Gamping, H. D. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi general anestesi. Jurnal Keperawatan, 9(2).
Garjito. (2021). Hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pre anestesi di RSD Mangusada. STIKes Bina Usada.
Henny, J. (2012). Pengaruh search solve create and share (SSCS) problem solving untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merumuskan masalah dan memilih kriteria pemecahan masalah pada konsep listrik dinamis. Jurnal Exacta, 10(2).
Iza, R. (2018). Hubungan tingkat kecemasan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operatif fraktur femur di RSO Prof. dr. R Soeharso. Naskah Publikasi.
Mandagi, C. (2017). Karakteristik yang berhubungan dengan tingkat nyeri pada pasien fraktur di ruang bedah Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon. E-journal Keperawatan (e-Kp), 5(1).
Mangera. (2019). Hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Universitas Muhammadiyah Parepare.
Morgan, D. (2013). Clinical anesthesiologi (5th ed.). USA.
Muyasaror Hj. Hanifah, M. Y. (2020). Kajian jenis kecemasan masyarakat Cilacap dalam menghadapi pandemi COVID-19. LP2M UNUGHA Cilacap.
Notoadmojo, S. (2014). Metodologi penelitian kesehatan (2nd ed.). Rineka Cipta.
Nurwulan, D. (2017). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan tindakan spinal anestesi di RSUD Sleman. Skripsi.
Pramono, A. (2017). Buku kuliah anestesi. EGC.
Prima, R. (2019). Hubungan jenis kelamin dan pendidikan terhadap tingkat kecemasan pasien fraktur pre operasi. Jurnal Menara Medika, 2(1).
Rahmawati. (2019). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan tindakan spinal anestesi di RSUD Ajibarang. Tesis.
Sastroasmoro, S. (2014). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Sagung Seto.
Smeltzer, S., & Suddarth, B. (2013). Buku ajar keperawatan medikal bedah: Brunner & Suddarth (8th ed.). EGC.
Stuart, G. K. (2016). Prinsip dan praktik keperawatan kesehatan jiwa. Elsevier.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.