Hubungan Self Awareness dengan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban
DOI:
https://doi.org/10.61132/protein.v4i1.2055Keywords:
Blood Glucose Levels, Diabetics, Glucose Control, Self Awareness, Type 2 DMAbstract
Type 2 diabetes is a persistent medical condition with an increasing incidence that requires long-term treatment. One of the decisive factors in blood glucose control Patient self-awareness is a key variable examined in this study. The research was conducted to assess the relationship between self-awareness and blood glucose levels among individuals with type 2 diabetes in the Tuban Community Health Center area. A correlational analytic study with a cross-sectional design was utilized. The study involved a population of 135 patients, with a sample of 101 respondents selected using simple random sampling.Research data collection was conducted using a self-awareness questionnaire and a blood glucose observation sheet. Data analysis was performed using a chi-square test with a significance level of 0.05. The results of the analysis showed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant association between self-awareness and blood glucose levels. Based on these results, the study findings generally indicate that greater self-awareness typically allows for more optimal control of blood glucose levels.
Downloads
References
Abshor, A. (2022). Hubungan Self Care Agency Pada Ibu Dengan Resiko Kejadian Diare Pada Balita Di Daerah Pesisir Di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan [skripsi sarjana,tidak di publishkan]. Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban.
Azmiardi, A., Murti, B., Febrinasari, R. P., & Tamtomo, D. G. (2021). The effect of peer support in diabetes self-management education on glycemic control in patients with type 2 diabetes: A systematic review and meta-Analysis. Epidemiology and Health, 43, 1–10. https://doi.org/10.4178/epih.e2021090
Abdimas, L. (2023). Gambaran kadar gula darah sewaktu dan tingkat pengetahuan masyarakat dusun pimpinga desa baturappe kecamatan biringbulu kabupaten gowa. 4(1), 20–28.
Amila, Sembiring, E., & Zendrato, E. O. (2024). Konsumsi Lemak, Gula, dan Garam dengan Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Anak Usia Sekolah Dasar. Indonesian Trust Health Journal, 7(2), 102–110.
Choirunnisa, Fitriyah, N., & Herdiani, N. (2022). Konsumsi Gula dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Diabetes Melitus di Puskesmas Gading Surabaya Sugar Consumption and Smoking Habits with the Incidence of Diabetes Mellitus at Gading Public Health Center in Surabaya. Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 467–471.
Cynthia Sormin, T. A., & Lubis, R. (2024). Pengaruh Eksternal Dan Internal Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Usia ≥ 40 Tahun Di Kabupaten Labuhan Batu. Mahesa: Malahayati Health Student Journa, 4.
Dianingrum, S. W., & Satwika, Y. W. (2021). Hubungan Antara Citra Tubuh Dan Kepercayaan Diri Pada Remaja Perempuan. Jurnal Penelitian Psikologi, 8 (7)(Citra tubuh), 194–203.
Eriyani, T., Shalahuddin, I., & Rosidin, U. (2021). Edukasi 3M Dalam Meningkatkan Self-Awareness Terhadap Penyebaran Covid-19 Di Smkn 4 Garut. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 98. https://doi.org/10.24198/kumawula.v4i1.32341
Faridatul, L. F., Nahdlatul Ulama Tuban, S., & STIKES Nahdlatul Ulama Tuban, G. (2013). Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Millitus Di Poli Dalam RSUD Dr. R. Koesma Kabupaten Tuban (The correlation of Diet With Diabetes Millitus Patient’s Glucose Levels In Poli Dalam RSUD Dr. R. Koesma Tuban Distric). Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, 2(2).
Foma, M. A., Saidu, Y., Omoleke, S. A., & Jafali, J. (2013). Awareness of diabetes mellitus among diabetic patients in the Gambia: a strong case for health education and promotion. BMC Public Health, 13, 1–8.
Ginting, R., Hutagalung, P. G. J., Hartono, H., & Manalu, P. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada lansia di Puskesmas Darussalam Medan. Jurnal Prima Medika Sains, 2(2), 24–31. https://doi.org/10.34012/jpms.v2i2.972
Gofur, Auliya, M., & Nursikin, M. (2022). Konsep Dasar Pendidikan Multikultural. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 1(4), 143–149.
harli kurnia, I. (2022). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Self-Awareness Perawatan Kaki Pada Pasien Dm Tipe 2. Braz Dent J., 33(1), 1–12.
Kasana, R. U. (2020). Hubungan antara self awareness dengan kadar glukosa darah pada pasien DM Tipe 2 (studi di poli penyakit dalam RSUD Jombang) [skripsi sarjana,tidak di publishkan] [Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang]. In Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto (Vol. 11, Issue 1). http://repo.stikesicme-jbg.ac.id/69/1/skripsi_fullRiski Uswatun.pdf
Melani, H., & Handayani, W. K. (2021). Analisis Tingkat Stres Terkait Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(3), 101–113. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN
Munir, M., PS, D. K., Suhartono, S., Safaah, N., & Utami, A. P. (2022). Metode Penelitian Kesehatan.
Murti, A. C., Eriyani, T., & Setyorini, D. (2024). Pemberian Abdominal Massage Pada Pasien Dengan Masalah Konstipasi Pasca Tindakan Craniotomy Debridement Abses Occipital Di Ruang Jasmine Rsud Sumedang. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(4), 1981–1989. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i4.2513
Ningrum, T. P., Al Fatih, H., & Yuliyanti, N. T. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Jurnal Keperawatan BSI, 9(2), 166–177. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Rahmawati, A., Setiyowati, E., Defitri, R. Y., Musfirah, N. R., Fadilah, P. N., & Musfassirin, A. (2023). Resilience Terhadap Self Awareness Tentang Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus. Journal of Educational Innovation and Public Health, 1(1), 56–63.
Rif’at, I. D., Hasneli N, Y., & Indriati, G. (2023). Gambaran Komplikasi Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(1), 52–69. https://doi.org/10.33650/jkp.v11i1.5540
Azkiya, N., & Umaroh, A. K. (2024). Efektivitas media edukasi audiovisual untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan kecemasan. Mahajana: Jurnal Ilmiah, 5(2), 163–171. https://doi.org/10.37478/mahajana.v5i2.4364
Basuki, H. O., Oktafia, S. H., Suhartono, Pitaloka, D., Widyawati, M., Hakim, L., Faizah, H. N., Nurhadi, M., & Fauziansyah, A. (2025). The effect of memory games therapy on the cognitive function of older adults. Babali Nursing Research, 6(2), 259–268. https://doi.org/10.37363/bnr.2025.62466
Diansari, A., Soleman, S. R., & Ratriningsih, S. (2024). Penerapan terapi bermain puzzle terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia toddler (1–3 tahun) yang mengalami hospitalisasi di rumah sakit umum. Jurnal Ilmu Kesehatan, 77–86. https://doi.org/10.56014/jphi.v12i3.445
Halawa, A., Astuti, E., Widari, N. P., & Primihastuti, D. (2023). Pemberian informasi dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan anak sebelum sirkumsisi massal. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 9123–9129.
Halimah, H., & Renylda, R. (2023). Pengaruh penerapan teknik distraksi audiovisual terhadap kecemasan anak talasemia dan non-talasemia saat tindakan invasif. E-Jurnal Medika Udayana, 12(7), 1–7. https://doi.org/10.24843/mu.2023.v12.i07.p01
Nurhadi, M., Arna, M., Erika, Y. D., & Mutmainah, E. (2024). Mental health in the workplace: Overcoming stigma and increasing support. OSHADA Journal. https://doi.org/10.62872/gh2zy630
Pamuja, I. W. B., Nubadriyah, W. D., & Hardiyanto. (2021). Pengaruh terapi video game terhadap tingkat kecemasan anak pre-sirkumsisi. Jurnal Citra Keperawatan, 9(2), 111–
117. https://doi.org/10.31964/jck.v9i2.209
Reski, S. S., Sari, I. Y., Haryanti, P., & Prawesti, I. (2021). Permainan puzzle menggunakan media gadget menurunkan kecemasan anak yang akan sirkumsisi. Health Information: Jurnal Penelitian, 13(2), 97–104. https://doi.org/10.36990/hijp.v13i2.303
Sulistyowati, A., & Annisa, F. (2022). Relaxation and distraction techniques for reducing anxiety in patients with circumcision. Nursing Holistic Care, 2(2), 54–59. https://doi.org/10.33086/nhc.v2i2.3394
Tiofani, A., Soelasmono, K., & Cintya, H. A. B. (2024). Kajian dampak positif puzzle terhadap anak usia dini untuk perancangan puzzle gerobak tradisional Indonesia. Jurnal Kreatif: Desain Produk Industri dan Arsitektur, 12(1), 107–120. https://doi.org/10.46964/jkdpia.v12i1.678
Tukatman, Prananta, A. D., Katuuk, H. M., Yati, M., Emilia, N. L., Sari, M. T., Suri, M.,
Saswati, N., Tololiu, T. A., Suhardono, A. U., Daryanto, S. M., Laoh, J. M., Erlin, F., & Lombogia, M. (2023). Keperawatan jiwa (L. Rangki, Ed.). Pustaka Aksara.
Utami, W., Maftukhin, A., & Heni, R. P. (2025). Pengaruh distraksi audiovisual terhadap anxiety pada pasien pre-sirkumsisi (Studi di praktik mandiri perawat Desa Jatiklabang Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban). Jurnal Asuhan Kesehatan, 16(1), 17–21.
Wijaya, M. F., Abdi, M. J., Aldilawati, S., & Auniah, A. (2023). Cara mengatasi kecemasan dental secara farmakologis dan non-farmakologis: Sebuah tinjauan literatur. DENThalib Journal, 1(November), 61–67.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



