Dampak Perceraian Orangtua terhadap Psikologis Remaja
DOI:
https://doi.org/10.61132/observasi.v4i1.2025Keywords:
Divorce, Family, Parents, Psychological, TeenagersAbstract
Divorce is the legal and religious termination of a husband-wife relationship. This severance of the relationship can have psychological consequences, making children more susceptible to depression. These psychological impacts include deep sadness, resulting in depression, feelings of loss, shame, anger, disappointment, denial, self-acceptance, and feelings of blame toward the parents. These psychological impacts are naturally the result of the support, emotional support, and presence of the parents before, during, and after the divorce. This study employed a qualitative research method with a phenomenological approach, conducted through semi-structured interviews. The aim is to raise awareness among readers that divorce not only impacts the husband and wife but also the psychological impact on children, which is often considered unimportant. However, the mental health of children after divorce is a crucial issue that requires attention. This is where the role of parents is crucial in shaping their character and psychological development. This study concludes that children who are victims of divorce tend to seek out activities outside the home, as the integrity of their home is no longer there. Children experience sadness and loss most acutely. Furthermore, children are more wary of future relationships due to a loss of trust in the meaning of romantic relationships. Low self-acceptance also makes it difficult for children to control their emotions.
Downloads
References
Alimuddin, N. (2021). Peran bimbingan konseling Islam (BKI) dalam menangani psikologis remaja akibat perceraian. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 7(1), 99–100.
Alysia, N. (2024). Gambaran penerimaan diri remaja yang mengalami perceraian orang tua. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 121–132. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11i1.60951
Anisa, S. W. (2024). Perkembangan emosional remaja broken home. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora, 4(1), 706–726. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.6768
Aprilia, A. A. (2024). Komunikasi intrapersonal (self-talk) dalam meningkatkan kesadaran dampak buruk self-harm pada remaja broken home. Communio: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 29–43.
Kurniawan. (2023). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial anak: A scoping review. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 11(2), 163–174. https://doi.org/10.20527/dk.v11i2.485
Larasati, F. N. (2025). Peran konseling keluarga dalam menangani dampak perceraian. Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 2(2). https://doi.org/10.6734/liberosis.v2i2.3027
Lestari, M. M. (2024). Dampak perceraian dalam hukum keluarga Islam terhadap kesehatan mental anak. Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(2), 1346–1354.
Lestari, R. A. (2024). Pengaruh perceraian orang tua terhadap perkembangan emosional anak. JIKMA: Jurnal Ilmiah dan Karya Mahasiswa, 2(1), 11–14. https://doi.org/10.54066/jikma-itb.v2i1.1194
Mistiani, W. (2020). Dampak keluarga broken home terhadap psikologis anak. Musawa: Journal for Gender Studies, 10(2), 54–322. https://doi.org/10.24239/msw.v10i2.528
Natalia, A. C. (2025). Beban psikologi anak-anak yang mengalami perceraian orang tua berbasis literatur. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 2673–2680.
Ningrum, P. P. (2022). Dampak cerai-gugat TKI/TKW Tulungagung pada kesehatan mental anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 153–162. https://doi.org/10.32665/abata.v2i1.349
Nurafifah, L. K. (2025). Intervensi psikologis pada remaja pasca konflik orang tua dan perceraian. Jurnal Sosial Humaniora, 9(1), 50–52. https://doi.org/10.70214/6qn6db56
Rahmatia. (2019). Dampak perceraian pada anak usia remaja (Studi pada keluarga di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar) [Diploma thesis, Universitas Negeri Makassar].
Ramadhani, P. E. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 109–118. https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23126
Saragih, Y. E. (2024). Analisis dampak fatherless terhadap etika remaja awal di Kecamatan Medang Deras. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 21(2), 185–191.
Sari, F. A. (2024). Gambaran penerimaan diri remaja korban perceraian. Jurnal Empati, 13(2), 263–269. https://doi.org/10.14710/empati.2024.42478
Sary, Y. N. (2022). Kesehatan mental emosional korban perceraian pada anak usia dini di panti asuhan. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3680–3700. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2227
Sigiro, J. S. (2024). Dampak keluarga broken home pada kondisi mental anak. Dalam Prosiding Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial (SNIIS) (hlm. 766–774).
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sukmawati, B. (2021). Dampak perceraian orang tua bagi psikologis anak. Jurnal Studi Gender dan Anak, 3(2), 24–33. https://doi.org/10.32332/jsga.v3i2.3801
Suryani, A. I. (2024). Dampak perceraian orang tua terhadap anak (anak broken home). AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset, 5(1), 20–25.
Syarif, M. (2023). Dampak perceraian terhadap psikologis, emosional, dan mental anak dalam perspektif hukum Islam. Syariah: Journal of Islamic Law, 5(1), 40–59.
Veronika, N. (2022). Dampak perceraian terhadap psikologis anak. Jurnal Berbasis Sosial STKIP Al Maksum Langkat, 4(1), 31–34.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



