Coping Stres Pasangan Remaja Menikah Dini di Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman

Authors

  • Nidia Fertisia S Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Budi Santosa Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Hidayani Syam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.61132/observasi.v2i4.661

Keywords:

Stress Coping, Adolescents, Early Marriage

Abstract

The background of this research is that there were four couples of early married teenagers aged around 17-19 years who married early due to promiscuity which led to pregnancies outside of marriage. to his wife and children so they look like they are experiencing stress. The focus of this research is to find out the Coping of Stress for young couples who marry early in Nagari Tanjung Beringin, Lubuk Attitudeing District, Pasaman Regency. This research method uses descriptive qualitative research that is telling or describing something with what is happening in the field. The key informants of this study were four couples of early married teenagers and the supporting informants in this study were families and neighbors of early married couples. Data collection methods in this study are observation, interview and documentation methods. Data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification, and data validity techniques, namely data triangulation. The results of the study concluded that the form of coping stress for young married couples is emotional focuse coping which is carried out by observing early married couples where not all couples can solve problems when these problems occur. Judging from the four coping pairs displayed by early married teenage couples, Emotion focuse coping is how to avoid problems by getting angry, arguing which causes the husband to leave the house and bring silence so that the situation is calmer and the wife cries shutting herself up at home to calm herself from her anger after anger subsided then the couple tried to solve the problem.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus Mahfudin, & Khoirotul Waqi’ah. (2016). Pernikahan dini terhadap keluarga di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), April.

Andrianti, I. (2019). Tuntunan praktis mempelajari metodologi penelitian pendidikan. Bukittinggi: IAIN Bukittinggi.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian. Bandung: Ghalia Indonesia.

Asman. (2022). Moderasi hukum keluarga Islam dalam hak dan kewajiban orang tua terhadap anak di era digital 4.0. Solok: Mitra Cendekia Media.

Badaan Litbang dan Diklat Kemenag. (2020). Modul keluarga sakinah berspektif kesetaraan bagi penghuluw, penyuluh, dan konselor BP4. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bintang Agustina Pratiwi, Wulan Agraini, Padila, Nopiawati, & Yandrizal. (n.d.). Analisis pernikahan usia dini di Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2017. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(1).

Bungin, M. B. (2007). Penelitian kualitatif. Jakarta: Prenada Media Group.

Cholid, N., & Ahmadi, A. (2015). Metode penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Pendidikan dan Budaya. (1994). Kamus besar bahasa Indonesia (Cet. ke-19). Jakarta: Balai Pustaka.

Dwi, R. (2011). Pernikahan dini dalam perspektif hukum Islam. De Jure: Jurnal Syariah dan Hukum, 3(2), Desember.

Edi Fandi Rosi Sarwo. (2021). Asesmen dan intervensi psikososial. Yogyakarta: Jejak Pustaka.

Eka Yuli Handayani. (2014). Faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri di Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Maternity and Neonatal, 1(5). Diakses tanggal 30 Maret 2018.

Evy Nurachma, dkk. (2018). Pengaruh pasangan pernikahan dini terhadap pola pengasuhan anak. Kutai Kartanegara: NEM.

Febrianti. (2020). Pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga. Malang: Ahli Media Press.

Herdiansyah Haris. (2013). Wawancara, observasi, dan focus groups: Panduan data kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo.

Jelita, M., Ramadhan, L., Pratama, A. R., Yusri, F., & Yarni, L. (2023). Teori belajar behavioristik. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(3), 404-411.

Mega Nur Rahmawati, Slamet Rohaedi, & Sri Sumartini. (n.d.). Tingkat stres dan indikator stres pada remaja yang melakukan pernikahan dini. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 5(1).

Moleong, L. J. (2007). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhammad. (2009). Psikologi remaja. Bandung: Bumi Aksara.

Muhlis Achmad, & Muklis, M. H. (2019). Hukum kawin paksa di bawah umur: Tinjauan hukum positif dan Islam. Surabaya: CV. Jakad Publishing.

Nawawi, H. (1991). Metode penelitian bidang sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Novi Enis Rosuliana, dkk. (2020). Paket edukasi pada remaja terhadap kecenderungan menikah dini. Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia.

Nugrahani, F. (n.d.). Metode penelitian kualitatif. Surakarta.

Nurasih Widyo Retno, Machmuroch, & Aditya Nanda Priyatama. (n.d.). Tingkat burnout ditinjau dari strategi coping dan efikasi diri pada perawat rumah sakit jiwa Surakarta. Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Pratama, A. R. (2023). Implementasi metode brainstorming dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di kelas XI SMA Negeri 4 Bukittinggi. Jurnal Studi Islam Madinah, 10(1), 120-130.

Pratama, A. R., Aprison, W., Wati, S., Iswantir, M., & Irsyad, W. (2024). Pengaruh mind mapping terhadap berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 10(1), 158-170.

Pujosuwarni Sayeti. (1994). Bimbingan dan konseling keluarga. Yogyakarta: Menara Mas Offset.

Ramu Iayo Mohammad Idris. (1999). Hukum perkawinan Islam: Suatu analisis UUD Nomor 1 Tahun 1974 dan komplikasi hukum Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Ridwan. (2005). Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan penelitian pemula. Bandung: Alfabeta.

Risma Septiyani. (2017). Strategi coping stres pada remaja menikah dini di Desa Tangkisan, Gantiwarno, Klaten. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 3(3), 4 April.

Saefudin Wahyu. (2020). Psikologi pemasyarakatan. Jakarta: Kencana.

Salim, & Syahrum. (n.d.). Metodologi penelitian. Bandung: Cipta Pustaka.

Sandu Siyoto, & M. Ali Sodik. (2015). Dasar metodologi penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Santrock, J. W. (2007). Remaja (Alih bahasa: Benedictine Widyasinta, Jilid 1 & 2). Jakarta: Erlangga.

Sarwono, J. (2006). Metode penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Siswanto. (2007). Kesehatan mental: Konsep, cakupan, dan perkembangannya. Yogyakarta: Andi Offset.

Soekanto, S. (1999). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: UI-Press.

Suardi, M. (2021). Kesiapsiagaan ibu rumah tangga dalam menghadapi banjir dan mekanisme coping di Dusun Tamping. Solok: Insan Cendekia Mandiri.

Syarifuddin Amir. (2005). Garis-garis besar fiqih (Cet. II). Jakarta: Predana Media.

Ukhi Monalisa, & Santosa, B. (2022). Pengaruh strategi emotion focused coping terhadap pengelolaan stres akademik mahasiswa penyusunan skripsi IAIN Bukittinggi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1).

Umar Husain. (2009). Metode penelitian skripsi dan tesis bisnis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Walgito, B. (1984). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Wibowo, P., Pelupessy, T., & Narhetail. (2011). Psikologi komunitas. Depok: LPSP3 Universitas Indonesia.

Wijalus Lestari Ton, Zakariya, & Santoso, T. (2022). Implementasi batas minimal usia perkawinan berdasarkan UU No 16 Tahun 2019 tentang perkawinan di Kecamatan Pasangkayu. Diakses pada tanggal 17 Juli 2022 pukul 14.22.

Yulia Sholichatun. (2011). Stres dan strategi coping pada anak didik di lembaga pemasyarakatan anak. Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam, 8(1).

Yusri Fadhilla. (2015). Instrumentasi non tes dalam konseling. Bukittinggi: IAIN Bukittinggi.

Published

2024-08-14

How to Cite

Nidia Fertisia S, Fadhilla Yusri, Budi Santosa, & Hidayani Syam. (2024). Coping Stres Pasangan Remaja Menikah Dini di Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(4), 146–156. https://doi.org/10.61132/observasi.v2i4.661

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.