Efektivitas Dapur Umum di Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Anak-Anak Pasca Bencana di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka

Authors

  • Fridella Grace Natalia Tarigan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nauli Husada
  • Rumiris Simatupang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nauli Husada
  • Percaya Hia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nauli Husada
  • Siti Ratna Harefa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nauli Husada
  • Soeandi Malik Pratama Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia (ARIKESI) Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61132/obat.v4i1.2118

Keywords:

Child Nutrition, Emergency Response, Nutritional Status, Post-Disaster, Public Kitchen Effectiveness

Abstract

Floods and landslides in Hutanabolon Village, Tukka District, Central Tapanuli Regency have disrupted access to food and health services, particularly for vulnerable groups such as children. Public kitchens, as the frontline of emergency nutrition response, face challenges in providing food that meets the specific nutritional needs of children. This study aims to evaluate the effectiveness of public kitchens at Disaster Emergency Response Posts (TDB) in meeting the nutritional needs of post-disaster children, identify supporting and inhibiting factors, and formulate recommendations for improving the public kitchen management system. The research employed a descriptive evaluative approach using survey methods, structured interviews, direct observation, 24-hour dietary recall, and anthropometric measurements (weight and height). The study subjects included 15 children aged 1–12 years and 8 public kitchen managers selected purposively. Data were analyzed descriptively by comparing nutritional intake against the Recommended Dietary Allowance (RDA) standards and analyzing kitchen management practices based on emergency nutrition guidelines. The findings revealed that children's average energy intake was only 1,140 kcal/day (below the minimum standard of 1,200–2,000 kcal/day) and protein intake was 18.7 g/day (below the standard of 20–35 g/day). A total of 33.3% of children were classified as having malnutrition to severe malnutrition based on weight-for-age indicators. Public kitchen management showed weaknesses in menu planning (100% had no child-specific menu), managers' nutritional knowledge (62.5% categorized as low), food availability (75% relied on instant aid without variation), and limited cross-sectoral coordination (50%). The effectiveness of public kitchens in meeting children's nutritional needs after disasters remains low.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Sharjabi, S. J., Al Jawaldeh, A., Hassan, O. E. H., & Dureab, F. (2024). Understanding the food and nutrition insecurity drivers in some emergency affected countries in the Eastern Mediterranean Region from 2020 to 2024. Nutrients, 16(22), Article 3853. https://doi.org/10.3390/nu16223853

Aprillia, Y. T., Sari, F., Jannah, M., & Putri, N. D. (2022). Edukasi pembuatan dapur MPASI darurat bencana. Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS), 6(1). Evaluasi menunjukkan bahwa penyediaan dapur MPASI yang terencana penting untuk menjaga status gizi kelompok rentan selama bencana, namun implementasinya sering terabaikan dalam operasi responder bencana di Indonesia. https://doi.org/10.52643/pamas.v6i1.1912

Basyigit, B., Karimidastjerd, A., Cetinkaya, T., Bakkal, L. Z., Basdogan, H., Elmas, N., … Toker, O. S. (2025). Post disaster impacts on food security and nutritional demands of vulnerable groups. Environmental Research Communications, 7(9), Article 092004. Diskusi dalam studi ini menyoroti bagaimana pascabencana situasi mengganggu keamanan pangan dan kebutuhan nutrisi kelompok rentan, serta perlunya intervensi terpadu untuk perencanaan makanan darurat yang efektif.

Fleischhacker, S., Colón Ramos, U., Haynes Maslow, L., Clay, L., & Society for Nutrition Education and Behavior. (2024). Position of the Society for Nutrition Education and Behavior: The importance of emergency related food and nutrition education before, during, and after a disaster. Journal of Nutrition Education and Behavior. Makalah ini menekankan pentingnya pendidikan terkait makanan dan gizi untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

Gardiarini, P., Dianovita, C., Nugroho, T. R., Lesmidiyanti, D., & Ristia, D. M. (2024). Peningkatan keterampilan pengolahan gizi darurat dan tata kelola dapur umum di Kampung Siaga Kelurahan Graha Indah. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(5), 1287–1292. Penelitian ini melaporkan upaya pelatihan dan edukasi dalam tata kelola dapur umum yang membantu komunitas menyediakan makanan bergizi di lokasi bencana.

Idrus, I. (2024). Mitigasi bencana banjir akibat longsor pada daerah aliran sungai (DAS). Jurnal Teknik Sipil UIM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir lumpur dan longsor menyebabkan pencemaran air, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasokan air bersih di wilayah sungai akibat sedimen dan limbah organik yang terbawa arus. https://doi.org/10.63877/jbk.v2i1.47

Kim Herrera, E., et al. (2025). Influence of emergency situations on maternal and infant nutrition evidenced from Hurricane John in Guerrero, Mexico. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(11), Article 1615. https://doi.org/10.3390/ijerph22111615

Mawartika, Y. E. B., & Guntur, M. (n.d.). Aplikasi sistem pakar pemilihan makanan berdasarkan kebutuhan gizi menggunakan metode forward chaining. Jurnal Sistem Pakar.

Public Kitchen Set Up for Disaster Survivors in South Jakarta. (2024, January 15). Berita Jakarta. Laporan ini menggambarkan implementasi dapur umum tanggap darurat di Jakarta yang mampu menyediakan ribuan paket makanan harian bagi penyintas bencana, menunjukkan peran dapur umum dalam logistik respon bencana hemat waktu dan terkoordinasi.

Putra, A. (2026). Rehabilitasi lahan pertanian pascabanjir sebagai upaya pemulihan fungsi agroekosistem. [Artikel Lit.]. Penelitian ini menjelaskan bahwa banjir dapat merusak struktur tanah, mencuci unsur hara, serta mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya yang berdampak pada produktivitas pertanian.

Ramlah, U. (n.d.). Gangguan kesehatan pada anak usia dini akibat kekurangan gizi dan upaya pencegahannya. Jurnal.

Rohimah, A., Saputra, R., Sulistyo, S., Sartono, & Soerahman. (2023). Designing public kitchen in a disaster evacuation site using the Pahl and Beitz method. Proceedings UMS. Penelitian ini menghasilkan desain dapur darurat yang dapat mendukung kebutuhan logistik korban bencana, menekankan pentingnya perancangan dapur umum yang efisien dan ergonomis dalam konteks situasi darurat di Indonesia. https://doi.org/10.23917/iseth.5264

Setiawati, M., & Subroto, M. (n.d.). Meeting nutrition based on the right for children in correctors regarding the right to eat decent food. Jurnal Hukum dan Gizi.

Umeidini, F., Nuriah, E., & Fedryansyah, M. (n.d.). Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana di Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor. Jurnal Ilmu Sosial.

Yuhansyah, & Mira. (n.d.). Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang gizi pada anak balita di UPT Puskesmas Remaja Kota Samarinda. Borneo Nursing Journal.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Fridella Grace Natalia Tarigan, Rumiris Simatupang, Percaya Hia, Siti Ratna Harefa, & Soeandi Malik Pratama. (2026). Efektivitas Dapur Umum di Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Anak-Anak Pasca Bencana di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 4(1), 156–168. https://doi.org/10.61132/obat.v4i1.2118

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.