Pemanfaatan Minuman Herbal Berbasis Daun Kelor sebagai Terapi Komplementer Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMA
DOI:
https://doi.org/10.61132/natural.v3i3.1622Keywords:
Adolescent Girls, Anemia, Complementary Therapy, Herbal Drink, MoringaAbstract
Anemia is a common health problem among adolescent girls, especially in developing countries like Indonesia. This condition is generally caused by insufficient iron intake, an unbalanced diet, and increased iron requirements during growth. Anemia not only impacts physical health but also affects concentration, productivity, and quality of life. Therefore, interventions based on nutrition education and the utilization of local food sources are crucial in sustainable anemia prevention efforts. One potential complementary therapy alternative is the consumption of herbal drinks based on moringa leaves (Moringa oleifera). Moringa leaves are known to be rich in iron, vitamin A, and antioxidants that play a role in red blood cell formation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of adolescent girls in utilizing moringa leaves as a natural source of iron. The target group is grade 10 and 11 female students at SMA Sejahtera Palembang, which was held in June 2025. The activity methods included a nutrition lecture on anemia and the importance of iron, an interactive discussion on the benefits of moringa leaves, and hands-on practice in making herbal moringa drinks (such as moringa leaf tea and moringa juice). The material was delivered using a communicative and participatory approach to actively engage participants. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the causes of anemia, the benefits of moringa leaves, and their willingness to consume herbal drinks as a preventative measure. Most participants also expressed interest in trying to make their own moringa herbal drink at home. This activity is expected to become part of school-based promotional and preventive efforts to address anemia in adolescent girls.
Downloads
References
Anwar, M., & Rahayu, T. (2021). Kandungan gizi dan manfaat daun kelor sebagai terapi komplementer. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(3), 102–109Darmawati, D., & Saputra, R. (2020). Pola konsumsi dan anemia pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 12–19.
Darmawati, I., Hasanah, R., & Putri, N. (2020). Faktor penyebab anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Remaja, 4(1), 21–27.
Dewi, N. L. P. A., & Mahendra, M. S. (2020). Efektivitas pemberian teh kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(1), 45–50
Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56. https://doi.org/10.1016/j.fshw.2016.04.001
Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D.S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56.
Indarti, D., Puspitasari, D., & Wibowo, A. (2021). Pengaruh konsumsi daun kelor terhadap kadar hemoglobin remaja putri. Jurnal Gizi Indonesia, 10(1), 41–47.
Indarti, R. S., Utami, R. A., & Suryaningsih, E. (2021). Efektivitas daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 65–71.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Latifah, U., Nugroho, H., & Anggraini, F. (2024). Model edukasi dan praktik pembuatan minuman herbal kelor dalam upaya pencegahan anemia di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 9(2), 101–110. https://doi.org/10.2991/jpk.v9i2.2024.101
Nasution, D. A., & Lubis, R. A. (2021). Pemberian daun kelor sebagai terapi alternatif pencegahan anemia pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 201–208.Putri, A., & Susanti, H. (2022). Pengaruh konsumsi teh daun kelor terhadap status anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 9(1), 44–51.
Pratiwi, D. A., & Lestari, I. P. (2021). Faktor risiko anemia pada remaja putri di daerah urban. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), 89–96. https://doi.org/10.25182/jgp.v16i2.2021.89-96
Pusdatin Kemenkes RI. (2020). Situasi dan analisis anemia pada remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Putri, E. R., & Lestari, S. (2021). Pengaruh edukasi gizi berbasis pangan lokal terhadap pengetahuan anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi Indonesia, 9(2), 134–142.
Ramadhani, N., & Fitria, Y. (2023). Pengaruh konsumsi teh daun kelor terhadap kadar feritin dan hemoglobin pada remaja putri. Gizi Indonesia, 11(1), 55–62. https://doi.org/10.31227/giziindonesia.v11i1.876
Sari, M. P., & Anjani, R. (2022). Penerimaan suplemen herbal kelor sebagai alternatif pencegahan anemia pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 10(3), 207–215. https://doi.org/10.20473/jiki.v10i3.207-215
Titaley, C.R., et al. (2020). Local food-based intervention improves hemoglobin level among adolescent girls: A cluster RCT. Nutrition Journal, 19(1), 72.
WHO. (2021). Anaemia. https://www.who.int/health-topics/anaemia
Wulandari, D., & Santoso, A. (2023). Efektivitas edukasi berbasis herbal dalam menurunkan risiko anemia. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 67–74.
Wulandari, E., Yuliana, D., & Hasanah, R. (2020). Efektivitas edukasi gizi dan konsumsi daun kelor terhadap kadar hemoglobin remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 33–41. https://doi.org/10.26553/jkm.v8i1.2020.33-41
Yuliana, S., & Harahap, N. A. (2022). Minuman herbal berbahan kelor sebagai upaya komplementer dalam pencegahan anemia pada siswi SMA. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 5(2), 88–95.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



