Strategi Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dalam Pencegahan Penyakit Menular di Indonesia: Literatur Review

Authors

  • Azkiyyatu Zahra Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Lilis Lismayanti Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.61132/corona.v3i4.1965

Keywords:

environmental health, academic stress, communicable diseases, STBM, acute respiratory infections

Abstract

 Communicable diseases remain one of the leading public health burdens in Indonesia, particularly in densely populated residential areas and communities with inadequate sanitation. Poor housing conditions including insufficient ventilation, overcrowding, excessive humidity, inadequate lighting, and improper waste and wastewater management have been shown to increase the risk of respiratory infections, diarrhea, and other environment-related diseases. This literature review aims to identify effective environmental health strategies for preventing communicable diseases by synthesizing findings from 11 scientific articles published between 2014 and 2025. The review shows that basic sanitation, indoor air quality, waste management, and the implementation of the Community-Based Total Sanitation (STBM) program are key determinants in reducing disease incidence. Additionally, successful interventions depend heavily on clean and healthy living behaviors (PHBS) and active community participation. These findings highlight the importance of a comprehensive approach that integrates physical environmental improvements, health education, and community empowerment to create healthy settlements and sustainably reduce the risk of communicable diseases.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahda, N., & Ernyasih, E. (2025). Hubungan pengelolaan sampah rumah tangga dan kualitas lingkungan permukiman: Systematic literature review. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Andayani, T., & Widodo, A. (2018). Evaluasi ventilasi rumah dan kejadian ISPA pada anak. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(1), 53–60.

Aryanti, R. F. N. (2021). Pengaruh kualitas fisik lingkungan hunian terhadap kejadian ISPA: Literature review. Media Gizi Kesmas, 10(1), 118–137.

Azizah, N., et al. (2021). Kajian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di lingkungan kumuh Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Cezia, E., & Amalia, A. (2024). Pengaruh Program STBM Pilar Pertama untuk mewujudkan perilaku higienis dan sanitasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Masyarakat.

Desnita, R., & Yuniarti, N. (2020). Analisis kepadatan hunian dan ventilasi terhadap ISPA di pemukiman padat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(3), 120–128.

Ekaputra, M., & Yulistini, F. (2020). Hubungan kualitas rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(2), 95–103.

Erika, C. P., & Amalia, A. (2024). Pengaruh Program STBM Pilar Pertama untuk mewujudkan perilaku higienis dan sanitasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Masyarakat.

Firmansyah, D. (2020). Kualitas air minum rumah tangga dan kejadian diare. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 111–118.

Hidayanti, R., & Darwel, D. (2020). Hubungan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Kota Padang. Menara Ilmu, 14(1), 120–124.

Hidayat, T., & Putri, L. (2017). Pengaruh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian penyakit menular. Jurnal Promkes, 5(2), 89–98.

Juniartha, S. K., et al. (2014). Hubungan luas dan posisi ventilasi rumah dengan kejadian ISPA. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil Kesehatan Indonesia: Penyakit ISPA dan Diare.

Khasanah, K., & Setiyabudi, R. (2023). Hubungan STBM dengan kejadian diare pada balita di Cilacap. Gema Kesehatan Lingkungan.

Laverda, H. N. F., et al. (2023). Hubungan implementasi STBM dengan kejadian diare balita di wilayah kerja Puskesmas Sumbang I. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Lestari, S., & Sari, R. P. (2022). Dampak faktor lingkungan fisik terhadap penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 21(3), 210–222.

Lentera Perawat. (2020). Hubungan kondisi ventilasi dan kepadatan hunian dengan ISPA pada balita. Lentera Perawat Journal.

Ministry of Health of Indonesia. (2018). Community-Based Total Sanitation (STBM) Guidelines.

Munawarah, M., Budiman, A., & Sugianor, S. (2025). Efektivitas Program STBM Pilar Pertama di Desa Pakacangan. Jurnal Keperawatan Tropis.

Nurhayati, S., & Rahman, A. (2019). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan dampaknya terhadap kesehatan lingkungan. Jurnal Lingkungan & Pembangunan, 10(1), 33–41.

Pratiwi, A. D., & Lestari, I. (2021). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan diare pada balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(2), 145–153.

Raharjo, M., & Wulandari, D. (2017). Hubungan kelembapan dan pencahayaan alami dengan ISPA. Jurnal Keperawatan Indonesia, 20(1), 45–52.

Sahwan, F. L., & Wahyono, S. (2018). Pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat di Kampung Banjarsari. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat.

Sutomo, A. H. (2019). Sanitasi lingkungan dan kejadian diare pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 75–84.

UNICEF Indonesia. (2020). Water, Sanitation and Hygiene (WASH) in Indonesia. UNICEF.

World Health Organization. (2018). Household air pollution and health. WHO.

World Health Organization & UNICEF. (2021). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2020. WHO & UNICEF.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Azkiyyatu Zahra, & Lilis Lismayanti. (2025). Strategi Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dalam Pencegahan Penyakit Menular di Indonesia: Literatur Review. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan Dan Kebidanan, 3(4), 293–324. https://doi.org/10.61132/corona.v3i4.1965

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.