Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T Umur 31 Tahun dengan Risiko Tinggi Jarak Kehamilan Kurang dari 2 Tahun di Puskesmas Bumiayu Tahun 2024

Authors

  • Endang Aguskristiana Akademi Kebidanan KH Putra
  • Maryam Maryam Akademi Kebidanan KH Putra
  • Khunelis Khunelis Akademi Kebidanan KH Putra

DOI:

https://doi.org/10.61132/corona.v3i4.1836

Keywords:

Comprehensive Midwifery Care, High-Risk Pregnancy, Pregnancy Interval, Puskesmas Bumiayu, Severe Preeclampsia

Abstract

High-risk pregnancy is a pregnancy with a number of risk factors that can cause more serious risks or complications and disrupt the pregnancy process until the postpartum period which endangers the life of the mother and fetus, and occurs due to several factors including pregnancies that are too close together, pregnancies with a mother's age that is too young or old, or pregnancies with too frequent births. Too close pregnancy spacing is a pregnancy gap of <24 months (2 years) between the current pregnancy and the previous pregnancy. Based on the midwifery management method described by VARNEY and SOAP, this study aims to offer complete midwifery care services to Mrs. T, from pregnancy to the use of contraceptives, through a qualitative descriptive method with a case study approach. Research findings from the comprehensive midwifery care assessment that has been provided to Mrs. T aged 31 years, in pregnancy found problems spacing of less than 2 years. Mrs. T gave birth spontaneously at Siti Asiyah Bumiayu Hospital with severe preeclampsia. At By. Mrs. T visits I, II, III no problems were found. Mrs. T's postpartum. From 6 hours postpartum to 42 days postpartum, problems were found at the second visit, including hypertension and lower extremity oedema. Proper care from midwives during pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, and family planning is crucial for the health of both mother and baby.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahlia. (2024). Asuhan keperawatan pada pasien dengan post-partum sectio caesarea dan pre-eklampsia berat (PEB). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(3), 1329–1338. https://doi.org/10.58435/jka.v3i2.133

Amalia. (2020). Pengaruh penggunaan MgSO₄ sebagai terapi pencegahan kejang pada preeklampsia. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 7(1). https://doi.org/10.33024/jikk.v7i1.2215

Andriyani. (2020). Asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan risiko tinggi di PMB Putri Asih di Kota Pekanbaru, 2019. Jurnal Komunikasi Kesehatan, XI(1).

Anjar. (2021). Pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Cepogo Kabupaten Boyolali. Borobudur Nursing Review, 1(1). https://doi.org/10.31603/bnur.4884

Anwar. (2023). Determinan kejadian preeklampsia di RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(2), 1727–1738.

Arfianisa. (2022). Upaya penyuluhan program keluarga berencana (KB) dengan pendekatan andragogi di UPTD PPKB Pondok Gede. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(1), 40–48. https://doi.org/10.21831/diklus.v6i1.42405

Astriana. (2023). Perubahan suhu tubuh pada bayi baru lahir ditinjau dari inisiasi menyusui dini (IMD). Jurnal Ilmiah Bidan, 7(2), 15–18. https://doi.org/10.61720/jib.v7i2.414

Azizah. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian preeklampsia di Puskesmas Penanggal Kabupaten Lumajang. Jurnal Ilmiah Obsgin, 15(4), 7–13. https://doi.org/10.58554/jkm.v7i3.69

Bilqis. (2021). Pengaruh rangsangan puting susu terhadap kontraksi uterus pada persalinan kala I fase aktif di RS Aura Syifa. Asuhan Kesehatan: Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, 12(2), 20–23.

BKKBN. (2023). Penyuluhan tentang pendewasaan usia perkawinan dan kesehatan reproduksi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Manisha, et al. (2022). Prevalence and correlates of high risk pregnancy in rural Haryana: A community based study. International Journal Basic and Applied Medical Sciences.

Marlina. (2020). Efektivitas senam hamil terhadap kelancaran persalinan kala II pada ibu inpartu di Puskesmas Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 2(2), 70–74. https://doi.org/10.31970/ma.v2i2.54

Profil Kesehatan Jawa Tengah. (2021). Angka kejadian kehamilan dengan risiko tinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Profil Kesehatan Jawa Tengah. (2023). Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Profil Puskesmas Bumiayu. (2023). Jumlah pasangan usia subur status hamil menurut empat terlalu dan umur anak terkecil di Puskesmas Bumiayu.

Suriati. (2024). Pemanfaatan audio visual dalam pelayanan konseling keluarga berencana (KB). JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 360–366. https://doi.org/10.47065/jpm.v4i3.1397

Sushma, et al. (2022). High-risk pregnancies and their association with severe maternal morbidity in Nepal: A prospective cohort study. PLoS One, 15(12), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0244072

Zaki. (2021). Menyusun instrumen penelitian & uji validitas reliabilitas. Health Book Publishing.

Downloads

Published

2025-10-03

How to Cite

Endang Aguskristiana, Maryam Maryam, & Khunelis Khunelis. (2025). Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T Umur 31 Tahun dengan Risiko Tinggi Jarak Kehamilan Kurang dari 2 Tahun di Puskesmas Bumiayu Tahun 2024. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan Dan Kebidanan, 3(4), 106–115. https://doi.org/10.61132/corona.v3i4.1836